7 Tips Praktis Membersihkan Ikan Patin Agar Bebas Bau Amis

Kamis, 12 Februari 2026 | 09:20:59 WIB
7 Tips Praktis Membersihkan Ikan Patin Agar Bebas Bau Amis

JAKARTA - Bau amis dan aroma lumpur kerap menjadi alasan sebagian orang ragu mengolah ikan patin di rumah. 

Padahal, di balik tantangan tersebut, ikan air tawar ini menyimpan cita rasa gurih dengan tekstur daging lembut yang sangat digemari. Jika ditangani dengan tepat, hasil akhirnya bukan hanya lezat, tetapi juga benar-benar bebas dari bau yang mengganggu. 

Kunci utamanya terletak pada pemahaman menyeluruh mengenai 7 cara menghilangkan amis ikan patin agar hidangan yang tersaji tetap nikmat.

Ikan patin dikenal sebagai primadona di meja makan keluarga Indonesia. Beragam olahan bisa dibuat, mulai dari digoreng kering, dibakar dengan bumbu rempah, hingga dimasak berkuah santan. 

Namun, bau amis yang berasal dari habitat berlumpur serta lendir pada permukaan tubuhnya sering kali menjadi kendala. Karena itu, proses penanganan sejak awal sangat menentukan kualitas rasa akhir.

Berikut ini langkah-langkah lengkap yang dapat diterapkan agar ikan patin bebas bau lumpur dan tetap lezat saat disantap.

1. Pemilihan Ikan dan Pembersihan Awal yang Tepat

Langkah paling mendasar dalam cara menghilangkan amis ikan patin adalah memilih ikan yang benar-benar segar. Ciri ikan segar bisa dilihat dari matanya yang jernih, sisik tidak mudah copot, warna cerah, serta tekstur daging yang kenyal ketika ditekan. Pemilihan bahan baku berkualitas akan sangat membantu meminimalkan aroma tak sedap sejak awal.

Setelah itu, proses pembersihan harus dilakukan dengan teliti. Buang seluruh isi perut, insang, serta lemak yang menempel terutama di bagian perut. Bagian-bagian tersebut menjadi sumber utama bau amis dan lumpur.

Empedu juga harus dibuang dengan hati-hati agar tidak pecah. Jika cairan empedu mengenai daging, rasa ikan bisa menjadi pahit. Tahap ini merupakan fondasi penting sebelum masuk ke proses berikutnya.

2. Pencucian Menyeluruh dan Penghilangan Lendir

Lendir pada ikan patin merupakan penyebab utama bau amis yang kuat. Karena itu, pencucian di bawah air mengalir harus dilakukan sampai benar-benar bersih.

Menggosok ikan dengan garam kasar menjadi metode efektif untuk mengangkat lendir. Garam bekerja sebagai pengikis alami tanpa merusak tekstur daging. Lakukan dengan tekanan ringan namun menyeluruh.

Alternatif lainnya adalah membalut ikan dengan tepung terigu selama sekitar 10 menit sebelum dibilas kembali. Cara lain yang juga ampuh adalah menyiram ikan dengan air panas secara perlahan, lalu merendamnya sekitar 10 detik sebelum membilas dengan air dingin. Tahap ini penting dalam cara menghilangkan amis ikan patin secara maksimal.

3. Perendaman dengan Bahan Asam

Jeruk nipis, jeruk limau, dan cuka dikenal efektif menetralkan bau amis. Kandungan asamnya mampu mengikat senyawa penyebab aroma tidak sedap.

Lumuri seluruh bagian ikan dengan air perasan jeruk nipis dan diamkan selama 10–15 menit. Pastikan cairan merata ke seluruh permukaan daging. Namun, jangan merendam terlalu lama karena bisa memengaruhi tekstur ikan.

Selain jeruk, asam jawa juga bisa menjadi alternatif alami. Metode ini termasuk yang paling populer dalam cara menghilangkan amis ikan patin karena praktis dan mudah diterapkan.

4. Penggunaan Garam dan Bahan Alami Lain

Selain sebagai penghilang lendir, garam juga efektif mengangkat aroma lumpur. Lumuri ikan dengan garam, remas perlahan, lalu bilas hingga bersih.

Parutan mentimun dapat digunakan dengan cara meremas ikan bersama mentimun selama sekitar 15 menit. Metode ini dipercaya mampu mengurangi bau tanah yang melekat.

Daun bambu muda juga dikenal sebagai bahan tradisional yang ampuh. Campurkan dengan sedikit garam, remas selama lima menit, lalu bilas. Beragam bahan alami ini memberikan banyak pilihan dalam cara menghilangkan amis ikan patin sesuai ketersediaan di rumah.

5. Perendaman dengan Air Beras atau Susu

Air beras ternyata memiliki kemampuan menetralkan bau amis. Rendam ikan selama 15–20 menit hingga seluruh bagian terendam. Setelah itu, bilas kembali dengan air bersih.

Susu juga bisa dimanfaatkan. Kandungan kasein di dalamnya membantu mengikat senyawa penyebab bau. Rendam ikan dalam susu segar selama 20–30 menit, lalu bilas hingga bersih sebelum dimasak.

Metode ini tidak hanya efektif, tetapi juga memberikan hasil daging yang lebih lembut.

6. Marinasi dengan Rempah dan Bumbu Dapur

Jahe, kunyit, serai, dan lengkuas bukan hanya penambah rasa, tetapi juga ampuh menghilangkan amis. Jahe bisa digeprek atau dihaluskan sebagai bumbu marinasi. Kunyit memiliki sifat antibakteri alami yang membantu mengurangi bau.

Mengoleskan bawang putih, ketumbar, dan kunyit sebelum dimasak akan semakin memperkaya cita rasa sekaligus menetralkan aroma tidak sedap. Penambahan daun salam saat merebus juga membantu meminimalisir bau amis.

Proses marinasi ini menjadi bagian penting dari cara menghilangkan amis ikan patin secara menyeluruh.

7. Perendaman Air Hangat dan Penyimpanan yang Tepat

Sebagai langkah akhir, merendam ikan dalam air hangat selama dua hingga tiga menit dapat membantu menghilangkan sisa bau yang masih tertinggal.

Setelah itu, penyimpanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas. Jika tidak langsung diolah, ikan patin sebaiknya dibekukan pada suhu di bawah minus 4 derajat Celsius. Bungkus rapat menggunakan plastik dan simpan di freezer.

Membagi ikan sesuai porsi sebelum dibekukan juga disarankan agar tidak perlu mencairkan ulang berulang kali, yang dapat memengaruhi kualitas daging.

Dengan menerapkan seluruh langkah ini secara runtut, ikan patin dapat diolah menjadi hidangan lezat tanpa aroma lumpur yang mengganggu.

Terkini